Selamat Datang

Selamat Membaca

Senin, 05 Maret 2012

Contoh Makalah Sepak Takraw


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sejarah
Olahraga sepak takraw adalah transformasi dari permainan yang dalam bahasa Melayu disebut Sepak Raga (raga = keranjang), disebut Takraw dalam bahasa Thai, di Filipina disebut Sipa, di Burma disebut Chinlone, di Laos disebut Kator. Catatan sejarah terawal tentang sepak raga terdapat dalam sejarah Melayu. Ketika pemerintahan Sultan Mansur Shah Ibni Almarhum Sultan Muzzaffar Shah (1459 - 1477).
Pada permainan Sepak Raga para pemain berdiri membentuk lingkaran dan menggunakan bola yang terbuat dari rotan. Transformasi permainan ini terjaidi pada era 1940-an ketika permainan bola keranjang ini mulai menggunakan jaring dan peraturan angka, serta para pemain tidak lagi berdiri membentuk lingkaran tetapi dimainkan di lapangan ganda badminton.
 Dan pada masa sekarang bola yang digunakan tidak lagi yang terbuat dari rotan tetapi yang terbuat dari fiber. Kejuaraan paling bergengsi dalam cabang ini adalah King's Cup World Championships, yang diadakan di Bangkok, Thailand. (23rd King's Cup SepakTakraw World Championship 2008: August 25-30th).


2. Identifikasi Masalah
Dalam makalah ini penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut:
1. Perkembangan Sepak Takraw
2. Teknik Dasar
3. Permainan
4. Peraturan
3. Batasan Masalah
Agar masalah pembahasan tidak terlalu luas dan lebih terfokus pada masalah dan tujuan dalam hal ini pembuatan makalah ini, maka dengan ini penyusun membatasi masalah hanya pada ruang lingkup Sepak takraw
4. Metode Pembahasan
Dalam hal ini penulis menggunakan:
1.       Metode deskritif, sebagaimana ditunjukan oleh namanya, pembahasan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang suatu masyarakat atau kelompok orang tertentu atau gambaran tentang suatu gejala atau hubungan antara dua gejala atau lebih (Atherton dan Klemmack: 1982).
2.       Penelitian kepustakaan, yaitu Penelitian yang dilakukan melalui kepustakaan, mengumpulkan data-data dan keterangan melalui buku-buku dan bahan lainnya yang ada hubungannya dengan masalah-masalah yang diteliti.



BAB II
ISI

A. Perkembangan Sepak Takraw di Indonesia
Menurut sejarah perkembangannya, Sepak Takraw berasal dari olahraga tradisional Indonesia, yaitu : Sepak Raga. Daerah – daerah di Indonesia yang semula mengembangkan permainan ini adalah : Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan. Semula permainan sepak raga dimainkan oleh sekelompok bangsawan di daerah – daerah tersebut, kemudian berkembang menjadi permainan rakyat. Sepak raga dimainkan oleh enam sampai Sembilan orang secsara melingkar di suatau tempat terbuka, sebagai hiburan dan pengisi waktu luang dikala orang menunggu waktu senja.
B. Perkembangan Sepak Takraw Internasional (Dunia)
Pada tahun 1965 Sepak Takraw merupakan satu cabang olahraga yang dipertandingkan Pesta Olahraga South Asia Peninsulars Games ( SEAP GAMES )
yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali yang diikuti oleh Laos, Thailand, Singapura dan Malaysia. Pada tahun 1977 jumlah Negara yang mengikuti SEAP Games diperluas dengan Negara Asia lainnya, yaitu, Indonesia, Brunei dan Philifina; dan nama SEAP Games diubah menjadi South Asian Games ( SEA GAMES).
Pada tingkat internasional Sepak Takraw dipertandingkan pada kejuaraan : SEA Games, ASIAN Games, World Sepak Takraw Championship, World Woman Sepak Takraw Championship, World Youth Sepak Takraw Championship, King`s Cup Thailand, Merdeka Games, Arafura Games, Anniversary Cup dan POM asia tenggara.

C. Teknik Dasar
a. Sepak Sila

1.     Berdiri pada kedua kaki menghadap kea rah datangnya bola.
2.     Berdiri pada satu kaki,pada kaki kiri atau kanan.
3.     Bila berdiri pada kaki kiri,maka kaki kanan di tarik ke atas dan telapak kakinya menghadap lutut kaki kiri kemudian di turunkan setinggi maya kaki,kaki kiri di tarik lagi ke atas sampai setinggi lutut berulang-ulang.
4.     Pemain berdiri pada 2 kaki,kaki kiri di depan kaki kanan,berat badan bertumpu pada kaki kiri,menghadap pelambung bola.
Ø  Bola lambung di ikuti dengan pandangan mata,sehingga pemain mengetahui arah bola dan mem-prediksi kecepatan bola dan tempat jatuhnya bola.
Ø  Kedatangan bola di sambut oleh kaki dengan posisi kaki sepak sila.bola menyentuh kaki di bawah mata kaki,kaki kanan.bola di arahkan kembali kepada pelambung.
Ø  Jarak pelambung dan penerima lambungan di mulai 2m setelah lambungannya terarah dan tepat ke si pelambung di tempat dia berdiri maka jaraknya dapat di perjauh.
Ø  Arah bola dapat di ubah-ubah.misalnya ke kiri atau ke kanan pelambung.ke atas kepala dan ke atas jauh ke belakang si pelambung. Bila hal ini sudah dapat di lakukan maka pemain ini dapat di nilai sudah menguasai teknik sepak sila.
·       Teknik Dasar Sepak Sila :
1.     Pemain berdiri pada kaki kiri dan kaki kanan,memantul-mantulkan bola dengan kaki kanan. Bola menyentuh bagian bawah mata kaki kanan. Pandangan di fokuskan kepada bola.
2.     Pantulan bola di pertinggi dengan cara sepakan di perkuat.
3.     Bila gerak kaki kiri yang di gunakan untuk menpakan tubuh tetap berdiri relative diam di tempat maka ini menunjukan bahwa anda sudah mahir melakukan sepak sila.
4.     Sebaiknya bila kaki kiri itu bergeser ke kiri ke kanan dan ke belakang sehngga bergerak dalam lingkaran yang gairs tengahnya lebih dari 1m,ini menunjukkan bahwa sepak sila anda belum stabil atau mantap.
·       Fungsi Sepak Sila:
1.     Sebagai sepakan sajian awal (servis) atau sepak mula.
2.     Untuk menerima smes dan langsung di lambungkan dan di arhkan kepada apit kiri atau apit kanan.
3.     Untuk menyuguhkan umpan kepada smesser.


b. Sepak Kuda
Sikap dasar dan gerakan sepak sila:
1.     Pemain berdiri pada kedua kaki menghadap datangnya bola.
2.     Kedatangan bola di sambut oleh ayunan kaki kanan dan bola memantul setelah menyentuh arah punggung kaki kanan tersebut.Pandangan mata di fokuskan pada bola.
3.     Gerakan tersebut di lakukan dengan konsentrasi pikiran di tujukkan kepada kawan regunya atau kea rah daerah lawan melalui atas net (jaring).
4.     Fungsi sepak kuda adalah sebagai sepakan smes yaitu dengan cara melakukan gulingan badan (seperti salto)dan sentakkan kaki pada waktu melakukan sepakkan.

c. Heading ( Sundulan Kepala )
Sikap dasar dan pelaksanaan heading :
1.     Berdiri pada kedua kaki menghadap kedatangan bola.
2.     Heading bisa di lakukan dengan dahi samping kanan/kiri kepala,dan belakang kepala.
3.     Bola datang setinggi kepala, maka kepala menyambutnya dengan suatu gerakan kaki atau dan kepala guna membantu tenaga pantulan atau arah yang di perlukan.
4.     Bola berkecepatan tinggi cukup di sambut dengan kepala dan mengarahkannya.
5.     Benturan bola pada kepala cukup keras,sehingga si pemain harus memperhitungkan akan ‘risiko’ yang akan di rasakannya.
6.     Fungsi heading ini sebagai alat pembendung (blocking) atau smes juga di gunakan sebagai umpan.

D. Bentuk permainan
Dalam Permainan sepaktakraw, dimainkan oleh dua regu yang berhadapan dan dipisahkan oleh jaring (net) pada bagian tengah lapangan yang berbentuk persegi empat panjang dan rata seperti dalam permainan badminton. Tangan adalah bagian tubuh yang tidak boleh tersentuh bola, dan bagian tubuh yang terutama digunakan untuk menyentuh bola adalah kaki dan kepala.
 Tujuan dari setiap regu adalah mengembalikan bola sedemikian rupa sehingga dapat jatuh di lapangan lawan atau menyebabkan lawan membuat pelanggaran. Tekong yang melakukan sepakan permulaan (service) dan mengawal bahagian belakang gelanggang. Apit Kiri dan Apit Kanan mengawal bahagian depan gelanggang dan memikul tugas utama mematikan bola di gelanggang lawan. Tiap regu akan bertukar tempat setiap berakhir set. Bentuk permainan      Sepak takraw tidak jauh berbeda dengan permainan bola volley, dengan perbedaan :
Ø  Pemain tidak boleh menyentuh bola dengan tangan
Ø  Pemain atau tim hanya boleh menyentuh bola tiga kali berturut – turut
Ø  Posisi pemain bertahan, tidak diputar

E. PEMAIN
Ø  Dimainkan oleh dua regu yang masing-masing pihak terdiri dari 3 (tiga) orang
Ø   Satu orang dari tiga pemain ini berdiri di belakang yang dinamakan "TEKONG";
Ø  Dua orang pemain depan, dikiri dinamakan Apit Kiri yang dikanan Apit Kanan;
Ø  Istirahat bisa diberikan selama 5 menit sebelum games (set) terakhir dimulai
F. Lapangan
Ø   Panjang Lapangan: 13,42 meter.
Ø   Lebar Lapangan : 6,10 meter.
Ø   Garis Batas: adalah garis (lines) yang lebarnya+ 5 cm.
Ø   Lingkaran Tengah: Ditengah sebuah lapangan ada lingkaran yaitu tempat melakukan sepakan permulaan (service). dengan garis tengah lingkaran 61 cm.
Ø   Garis seperempat lingkaran: Pada penjuru tengah kedua lapangan terdapat garis seperempat lingkaran tempat melambungkan bola kepada pemain yang melakukan sepakan permulaan (service) dengan jari-jari 90 cm.
Tiang: Dua buah tiang sebagai tempat pengikat jaring, didirikan pada sebelah luar kedua garis samping kiri dan kanan dengan jarak 30,5 cm dari garis samping.
Ø   Tinggi tiang 1,55 meter untuk laki-laki dan 1.45 meter untuk perempuan.
Jaring (net):
Ø  Jaring dibuat dari bahan benang kasar, tali, atau dari nylon dengan ukuran lubang-lubangnya 4-5 cm. Lebar jaring 72 cm dan panjangnya tidak lebih dari 6,71 m. Pada pinggir atas, bawah dan samping dibuat pita selebar + 5 cm yang diperkuat dengan tali yang diikatkan pada kedua ring. Tinggi jarring 1,55 dari tanah atau lantai.
 lapangan sepak-raga.jpg




                                                                         



                                                                    
Gb. 1
Ø Bola terbuat dari bahan rotan atau fiber. Lingkaran bola 41 sampai 43 cm.

Uchiha0097.jpg
images.jpeg



                       

                                                Gb. 2
G. Angka ( point )
Angka kemenangan untuk satu set adalah 21 point. Jika kedua regu mendapat 20 angka sama, wasit meneruskan pertandingan setelah berunding dengan regu yang menerima service untuk ditambah 5 angka. Jika kedua regu sama-sama memenangi satu game maka diteruskan dengan game terakhir (rubber set). Pemenang games (set) ke-3 adalah pemenang pertandingan itu. Angka kemenangan untuk set ke-3 adalah 18 point.
H. Permulaan Permainan
Sebelum permainan dimulai, wasit melakukan undian (Toss) dengan mempergunakan uang logam (toss of coin) untuk memilih bola atau tempat.
Permainan dipimpin oleh seorang wasit dan seorang pembantu wasit (wasit II) dengan dibantu oleh 6 orang penjaga garis (lines man) yang duduk di 4 penjuru lapangan. Regu yang memilih bola yang pertama memulai permainan (set) pertama, selanjutnya pemenang game (set) pertama memulai permainan set kedua.

I. Sepakan Permulaan
Ø  Tekong (Server) itu hendaklah sebelah kakinya berada dalam  lingkaran.
20091013061537!Sepaktakraw_service.jpg







Gb. 3
Ø  Apit Pelambung bola haruslah berdiri dalam lingkaran (dibagian tengah lapangan).
serve_1.gif




                                                                                                     Perhatikan
                                                                                                     Gb ini



Gb. 4
Ø  Apit yang seorang lagi haruslah berada di dalam lingkaran penjuru lainnya.
Ø  Regu yang menerima service boleh berdiri di mana saja di dalam lapangannya.
Ø  Service dianggap sah walaupun bola menyentuh jaring.

J. Kesalahan atau Pelanggaran
1. Bagi regu yang melakukan servis:
Ø  Apit sebagai pelambung masih memainkan bola, (melempar bola kepada teman sendiri, memantulkan, melempar dan menangkap lagi) setelah wasit menyebut posisi angka/skor.
Ø  Apit mengangkat kaki, menginjak garis, menyentuh atau melewati bawah net ketika melakukan lambung bola.
Ø  Tekong saat melakukan sepak mula  bersamaan sambil melompat.
Ø  Tekong tidak menyepak bola yang dilambungkan kepadanya.
2. Kesalahan atau pelanggaran bagi regu yang menerima servis ialah berusaha mengalihkan perhatian lawan atau mengganggu pihak lawan yang sedang berkonsentrasi.
3. Kesalahan atau Pelanggaran pada kedua pihak:
Ø  Ada pemain mengambil bola di lapangan lawan.
Ø  Mempermainkan bola lebih dari tiga kali.
Ø  Bola mengenai tangan.
Ø  Menahan/menjepit bola diantara lengan dan badan dua, dan diantara kaki dan badan.

K. Time Out
            Setiap angka 11 maka kedua regu diperkenankan untuk melakukan time out selama satu menit, dan yang diijinkan hanya lima orang saja di garis belakang.

L. Peraturan Pertandingan Sepak Takraw
            Peraturan pertandingan adalah memuat tentang pelaksanaan pertandingan sepak takraw oleh panitia pertandingan. Peraturan – peraturan pertandingan tersebut ialah sebagai berikut:
·       Waktu dan Tempat
·       Nomor yang dipertandingkan
·       Peserta
·       Sistem Pertandingan
·       Pemeriksaan Medis
·       Perlengkapan
·       Wasit
·       Urutan Pemenang
·       Lain – lain
ü  Peraturan Pertandingan
ü  Pendaftaran
ü  Penggantian Pemain
ü  Hukuman
ü  Susunan Komisi Tata Tertib
ü  Tugas – tugas Komisi Tata Tertib
ü  Wewenang Komisi Tata Tertib
ü  Protes
ü  Technical Meeting
ü  Ketentuan sebelum, selama, dan sesudah pertandingan
·     Acara Pertandingan
ü  Acara pertandingan tim
ü  Acara pertandingan regu













BAB III
PENUTUP
Sepak Takraw adalah kata Malaysia untuk menendang. Takraw adalah kata Thai untuk bola tenunan tangan awalnya digunakan dalam permainanJadi permainan adalah menendang bola dasarnya. " Regu adalah Malaysia untuk "tim" empat orang, tiga starter dan satu pemain pengganti.
Olah raga ini menjadi Takraw resmi dikenal sebagai . Takraw adalah kata Malaysia untuk kick dan Takraw adalah kata Thai untuk bola tenunan, karena itu Takraw  secara harfiah berarti untuk menendang bola. Pemilihan nama ini untuk olahraga pada dasarnya merupakan kompromi antara Malaysia dan Thailand,dua negara raksasa olahraga.










DAFTAR PUSTAKA
Google [Online]. Tersedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Sepak Takraw
Usli L (2009). Sepak Takraw. Bandung: STKIP Pasundan Cimahi


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar